Emansipasi itu apa sih?

Sometimes arti kata emansipasi itu masih masuk kategori grey area. Karena masih banyak tidak mengerti filosopi sebenarnya. Saya, jujur, masuk kategori ini. Para wanita menuntut untuk disamakan haknya dengan pria. Apa yang pria kerjakan wanita juga mampu. Genderless istilah kerennya.

Tidak ada lagi perbedaan antara pria dan wanita. Semuanya harus disamakan. Nah poin inilah yang membuat saya bingung, karena masih banyak – pengalaman saya sendiri – perempuan yang menuntut lebih dari para pria untuk dipandang sebagai seorang wanita.

Contohnya :

  • Ketika di angkutan umum, mereka menuntut sikap gentlemen pria untuk memberikan duduk pada wanita yang kebetulan berdiri. Loh katanya genderless :p
  • Atau mengusung kata-kata Ladies first ketika antri makan, beli tiket or something.

Saya pribadi, beranggapan bahwa Wanita dan Pria tidak akan pernah sama kedudukannya. Karena memang Allah sudah mengkodratkan perbedaan itu. Sudah ada pembagian tugas di antara keduanya. Menurut saya, tugas wanita itu jauh lebih berat dan sangatlah mulia. Bahkan seorang pria paling perkasa pun harus mengakui bahwa apa yang diemban oleh wanita itu tidaklah mudah.

Contoh simpel, mengasuh anak. Saya mangakui menjaga anak sangat-sangat berat. Saya pernah disuruh menjaga ponakan-ponakan tercinta. Nikmatnya cuma 2 jam pertama. Selebihnya? Stress dan emosi berat! Karena ulah mereka seperti ga ada matinya. Lari sana lompat sini. Sementara para ibu yang notabene wanita, sepanjang hidupnya akan mengemban tugas ini. Subhanallah! Belum lagi kodrat PMS, Hamil, Menyusui dan beberapa tugas mendasar dari seorang wanita. Masya Allah…

Dalam sebuah keluarga, faktor penting sukses tidaknya menjalani kehidupan keluarga tersebut ada di tangan ibu. Mereka yang mendidik dan memberikan sentuhan pertama pada anak. Mereka yang menanamkan hal-hal mendasar yang menjadi pegangan anak-anaknya kelak. Inilah yang dikodratkan Allah kepada wanita.

Jadi lihatlah para wanita, kenapa mesti ada lagi kata emansipasi? Bukankah derajat kalian lebih mulia dari lelaki. Kalian dipercaya Allah menjadi pilar keluarga. Bukankah Wanita itu tiang negara? Jadi kenapa masih menuntut disamakan dengan laki-laki? Sebuah Operating sistem Windows 7, ketika ingin disamakan dengan Windows XP harus di downgrade terlebih dahulu.

Jadi sangatlah tidak masuk akal ketika wanita ingin diturunkan derajatnya hanya karena ingin mengejar istilah emansipasi. Pada hakikatnya kalian adalah mahluk yang sangat dikagumi oleh mahluk lain dan Saya termasuk pengagum sejati wanita-wanita yang mengerti kodratnya!

Wallahuallam bissawab

*It’s just my humble opinion. No offense dan tidak memiliki tendensi apa-apa.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s