Gaji Besar atau Kenyamanan Kerja?

Saya pernah ditanya dalam sesi wawancara di perusahaan, tempat saya bekerja sekarang ini, “Kalau besok-besok kamu ada tawaran kerja ditempat yang memberikan gaji lebih besar dari sekarang ini, apa yang akan kamu lakukan?”
Dengan diplomatis saya langsung menjawab: “Besarnya gaji tidak menjamin kenyamanan kerja. Jadi, jika saya sudah nyaman bekerja disuatu tempat, dan gaji di tempat itu sudah cukup bagiku, saya akan menolak tawaran itu!”
Sebuah jawaban idealis yang mungkin ga realistis. Hari gini nolak gaji gede!

Tapi, coba jujur deh, kalo anda kerja di suatu tempat dengan gaji yang gede tapi kemudian suasananya ga nyaman, mau? Kalo ga nyamannya masih bisa ditolerir, okelah, tinggal bagaimana menyikapi hal itu. Tapi kalo merasa diteror, terus ditekan, mungkin bisa stress sendiri bahkan bisa jatuh sakit. Bisa-bisa gaji yang gede tadi larinya ke dokter terus hehehe…

Dulu waktu kuliah saya sempat mengajar di salah satu Lembaga Bimbingan Belajar (LBB), jadi tentor fisika. Ga lama kemudian, saya mendapatkan tawaran di LBB yang lebih bonafid tentunya dengan tarif yang lebih tinggi. Saya menampik begitu tau kondisi kerja di sana. Org-orgnya kompetitif, terus ilmunya (jalan singkat menyelesaikan soal SPMB/UMPTN) disimpan sendiri. Kalo ditempatku sebelumnya ada waktu sharing dan monitoring kerja. Belum lagi briefing penyelesaian soal yang membuat saya sangat nyaman dalam mengajar.

Emang ada beberapa cara untuk membuat kita nyaman kerja disuatu tempat. Selain lingkungan kerja yang harus kita rangkul, kita juga harus mencintai pekerjaan itu. Bagaimana mau nyaman kerja indoor kalau jiwa petualang anda menggebu-gebu. Dijamin akan tersiksa di belakang meja dalam suatu ruangan. Anggaplah pekerjaan adalah sesuatu yang menarik untuk di jalankan. Ibarat buku atau serial film yang akan penasaran jika belum mengetahui apa yang terjadi di cerita berikutnya. Meski langkah ini tidaklah muda. Cinta kan tidak bisa dipaksakan hehehe… Saya juga berusaha belajar mencintai pekerjaan saya!

Akan lebih menyenangkan kalo bisa mengembangkan hobi menjadi sebuah profesi kerja yang menghasilkan duit. Seorang penyanyi akan sangat mencintai profesinya jika memang dia hobi menyanyi bukan? Pasti akan lebih sangat menyenangkan jika GAJI GEDE dan NYAMAN dengan kerjanya? ya nggak? Hehehe….

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s