Nothing Useless

Belajar tak perlu di dalam kelas. Setiap apa yang terjadi di sekitar kita bisa dijadikan bahan untuk belajar. Saya salah satu pemegang prinsip NOTHING USELESS. Semua pasti ada hikmahnya! Jangan melihat hasil akhir dari manis atau pahitnya saja. Karena apapun itu, selalu ada hal baru dalam setiap usaha yang kita lakukan. Just do the best. Insya Allah yang kita peroleh pasti yang terbaik. Jangan pernah melihat sekecil apapun kegiatan itu, karena pasti ada manfaatnya kelak.

Saya teringat dengan kegiatan rekreasi di kantor. Ketika kepanitiaan dibentuk, tak satu orang pun yang mau berlelah ria dan membuang waktu untuk mengurus acara itu. Saya kemudian ditunjuk untuk menghandle acaranya. Saya ditunjuk karena tidak ada ”tumbal” lain. Gpp, pikir saya saat itu. Saya lakukan step by step. Mulai mengurus tempat, susunan acara, bahkan sampai kemudian di hari H nya saya masih tenggelam dalam tetek bengek yang menguras banyak waktu dan tenaga. Tapi ketika orang menikmati dan mengucapkan selamat atas suksesnya acara, semua lelah hilang. Hanya senyum lebar yang bisa saya berikan tanpa lupa mengucapkan terima kasih telah mau meramaikan acara.

Meski kemudian saya sempat drop dan tidak masuk kantor selama 2 hari, tapi kemudian nama saya mulai diperhitungkan dalam setiap event di kantor. Entah acara informal maupun formal. Acara bebas atau dinas. Dari sekian ratus pegawai di unit saya, para petinggi kantor selalu menyelipkan nama saya dalam daftar kepanitiaan.

Meski ada nada miring tentang hal itu, terserah. Tokh selama ini saya tidak pernah mengemis-ngemis untuk berada di posisi itu. Tak pernah sekalipun saya menunjukkan hal-hal yang bersifat menjilat untuk berada di suatu posisi yang orang lain liat sebagai tempat yang stategis. Plis deh kalo sampai hal itu terjadi. Malah pernah suatu hari saya datang menghadap ke big boss untuk menolak susunan kepanitiaan dinas. Saya menolak bukan karena tidak mampu melakukan tugas. Selain karena masalah prinsipil yang tidak perlu saya jabarkan di sini, pada saat yang bersamaan saya memegang tiga kegiatan penting lainnya. Jadi saya berpikir tidak mampu bekerja maksimal di posisi yang baru itu. Mungkin jika ditangani oleh orang lain, hasilnya akan lebih bagus.

See…! Jadi jangan pernah mengeluh, ”kok saya Cuma dikasih hal2 yang ga penting!”. Tenang, tersenyumlah jika mendapat peran sekecil apapun itu. Lakukan yang terbaik, karena jika kita menampilkan hasil maksimal, peran besar ada di depan mata. Jangan pedulikan nada-nada miring yang berkelebat ga jelas di telinga kamu. Anggap saja itu adalah musik aneh dari para komposer yang terkenal. Aneh tapi justru menjadi motivator untuk berkarya lebih baik!

AZA-AZA FIGHTING!

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s