Persiapan yang baik = Hasil yang sempurna

Pernyataan di atas harus dipegang kuat ketika kita ingin menghadapi sesuatu yang penting dalam hidup. Sekecil atau Seberat apapun itu pasti akan sangat mudah dilewati bila kita mau menyisihkan waktu sebelum hari H tiba. Membuat konsep dan menyediakan bahan apa saja yang berkaitan dengan event tersebut.

Sebut saja saya sebagai contohnya. Lomba Debat Bahasa Inggris kemaren adalah contohnya. Dalam kemampuan skill berbicara bahasa Inggris, Tim lain jauh sempurna di atas kami. Grammar dan Pronounce mereka ga ada celanya! Tapi surprise kami bisa menang. Secara hitung-hitungan di atas kertas, tidak ada yang akan berpihak di kami.

Untungnya tim saya solid. Kami berbagi tugas untuk mengumpulkan bahan yang akan dipertandingkan. Semua 16 topik yang disodorkan panitia sebelum lomba, kami bahas sampai detil. Dari dua sisi, negative dan affirmative. Semuanya! Kecuali materi Final yang memang diberikan secara spontan setengah jam sebelum lomba final digelar.

Dan hasilnya, Alhamdulillah kami bisa “membantai” tim lain. Kok bisa? Yah, data yang kami punya lengkap. Mereka ngomong A, kami bantah dengan data yang akurat. Mereka ngomong B pun ada bantahannya. Data yang telah kami persiapkan membuat kami jauh lebih percaya diri.

Wawancara Assesment dengan petinggi kantor saya pun kemaren demikian. Jadwal dadakan yang diberikan pada saat liburan lebaran kemaren, sangat mengganggu masa istirahat dan waktu kumpul bersama keluarga. Dengan berat hati saya menjadwal ulang kepulangan ke Jakarta agar bisa mempersiapkan bahan wawancara dengan beliau-beliau. Dengan waktu yang mepet, sampe begadang-begadang, persiapan itu saya lakukan. Tiba hari H nya, alhamdulillah, penguasaan materi bisa membuat saya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan. Alhamdulillah!

See…
Memang dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang panjang untuk mencapai sesuatu seperti yang kita inginkan. Tidak ada sesuatu yang datang dengan sendirinya. Selalu ada usaha.

Jadi jangan pernah berkata, just let it flow! SALAH BESAR! Salah kalo itu yang menjadi prinsip kita. Boleh kita ucapkan ketika sebelumnya kita sudah berusaha dan berdoa.

Saya pernah mendengar teman berkata pada saat ingin PSIKOTES di perusahaan besar di Indonesia. Dia bilang “Psikotes mah ga usah belajar! Ga usah ada persiapan-persiapan segala! Kan yang dinilai adalah kepribadian kita!”
Kalo menurut saya itu salah. Psikotes itu juga butuh persiapan. Terutama bagi mereka yang tidak pernah merasakan sebelumnya. Minimal persiapan mental. Persiapan materi juga butuh. Misalnya, belajar berhitung cepat, salah satu materi psikotes yang cukup rumit. Atau belajar menggambar. Percayalah, persiapan seperti itu membuat anda akan lebih mantap dalam menghadapi tes.

Memang ada kalanya persiapan yang kita lakukan secara matang dan terencana berakhir tidak seperti yang kita harapkan. Tapi percayalah, Hasil yang tidak kita harapkan itulah yang terbaik. Tinggal mengevaluasi ulang dimana letak kesalahnnya sampai ini terjadi. Mungkin orang lain (kalo misalnya kompetisi atau lomba) memiliki persiapan yang jauh lebih sempurna dari kita.

Jadi apapun yang akan kita hadapi, sekecil apapun itu, persiapan dan latihan sangat diperlukan. Bagaimana mau berharap bagus kalau kita sendiri tidak mau peduli dengan apa yang akan kita hadapi itu.

Bukankah :

PRACTISE MAKES PERFECT!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s