Saya dan Bioskop

Bioskop merupakan tempat hiburan saya nomor satu! Sejak kecil saya sudah tau dan sering masuk bioskop. Bukan karena banyak duit, tapi karena di belakang rumah ada bioskop tua yang kursinya hanyalah kursi anyaman bambu penuh dengan kutu busuk dan kecoak. Saya dan saudara sering main di halaman bioskop dan ahirnya bisa nonton gratis. Namanya Bioskop Istana, bioskop dengan layar tunggal. Dari sana mungkin hobi nonton itu muncul.

Membahas soal bisokop, saya punya banyak pengalaman lucu di sana. Di tulisan kali ini saya mencoba mencatat beberapa pengalaman-pengalaman yang cukup memorable itu.

Nonton Sambil berdiri
Ingat banget kejadiannya pas lebaran dan saya masih SD. Filmnya sangat kolosal dan fenomenal di jaman itu, yah paling tidak buat orang-orang di kampung saya. SAUR SEPUH 3, Kembang Gunung Lawu. Penontonnya membludak seperti sedang antri sembako (ini beneran). Harga tiket Rp. 300,- dan pihak bioskop terus menjual karcis tanpa memperhatikan kalau penonton sudah melebihi kapasitas studio. Alhasil, Studio bioskop penuh seperti ada konser organ tunggal dengan penyanyi seksi meliuk-liuk di atas sana. Penonton sampai rela berdiri di depan panggung yang terpasang di depan layar. Dan saya adalah salah satu orang yang berdiri pas di mulut panggung. Bayangkan nonton film 1 jam 30 menit berdiri dan mendongak. JUARA!

Nonton sambil tidur
Kalo ini kejadiannya ketika saya kuliah di Makassar. Bersama teman-teman terbaik, lagi pusing dan lelah dengan tugas praktikum yang menumpuk, kami memutuskan untuk ngadem di bioskop . Film yang dipilih adalah Habitat. Kami asal milih karena memang tujuannya masuk bukan untuk nonton, tapi untuk tidur, bahkan ada teman cewek yang bawa selimut! Jadi sama sekali ga ngerti filmnya tentang apa. Oia, saat itu hari senin, karena seingat saya harga tiket Cuma Rp. 6000,- berarti sedang nomat.

Melantai di Bioskop
Kalo ini lain lagi ceritanya. Bersama 6 orang lainnya, kami berencana nobar Harry Potter 2 (kalo ga salah). Karena datangnya rame-rame , jelas aja kami ga kebagian tiket. Karena sudah terlanjur datang ahirnya kami memilih film lain, KIAMAT SUDAH DEKAT dan dapat jejeran kursi paling depan. Tadinya kami mikir ini film horror ga jelas, tapi begitu masuk kami ngakak2an di dalam. Dan karena pegal mendongak, kami semua turun ke lantai dengan kepala bersandar di kursi. Tau ga, mbak penjaga pintunya kaget liat kami.

Midnight Geje
Bersama 2 orang teman ngajar di Bimbingan belajar di Makassar, kami berencana menghabiskan malam setelah kelelahan mengajar program intensive yang memang sampai malam. Kami ke studio 21 dan menemukan film teraneh yang pernah saya tonton di sana. Film horror Indonesia, yang main Sujiwo Tejo dan Meriam Bellina. Sepanjang film cekikikan karena filmnya norak banget. Keluar studio langsung salah-salahan siapa yang memilih film tadi

Film HOT
Entah kerasukan setan apa, saya pernah nonton sendiri di Makassar, dan film yang saya tonton adalah film Filipina dewasa yang penuh sensor di mana-mana. Kisah tentang tante girang dan seorang gigolo. Di dalam studio Cuma ada belasan orang. Dan saya juga sudah lupa detil ceritanya. PARAH!!!

Film Horor
Horor bukan genre saya. Tapi berhubung nonton rame dengan teman kuliah, saya jabanin juga. FIlmnya JAELANGKUNG yang saat itu booming banget. Tau ga di dalam studio itu benar-benar scarry, karena ada yang histeris-histeris. Katanya kerasukan. Benar-benar mencekam, dan film terus berjalan.

Nonton bareng Spoiler
Ini kejadian paling menyebalkan. Filmnya Ada Apa Dengan Cinta? Saya memang telat banget nontonnya karena habis mudik, jadi Cuma nonton sendiri, karena teman yang lain sudah pada nonton. Meski telat, tetap dapat duduk barisan ke 3 dari depan dan paling sial duduk dekat orang yang sudah nonton lebih dari 3 kali (tau dari omongannya dia dengan temannya di sebelah). Dan sepanjang film dia berisik banget memberikan bocoran ke teman sebelahnya. Bahkan sudah ditegur dari kanan kiri, dia tetap berkicau. Huwaaaa… mau gorok leher deh rasanya!

Penuh Perjuangan
FIlmnya Ayat-Ayat Cinta. Saya suka novelnya dan semangat pengen liat filmnya. Berulang kali datang ke bioskop tapi tetap susah dapat tiket. Tidak kurang dari 5 bioskop kami datangi, tapi tetap saja ga dapat. Antri lama-lama, jumlah tiket yang tersedia ga cukup dengan jumlah peserta nobar dan batal. Seminggu kemudian akhirnya bisa juga liat film “sukses” itu di daerah Cikini. Pfeww…

Mati Lampu
Pas nonton Harry Potter 4, di pertengahan film listriknya mati. Tentu saja ribut. Meski ga begitu lama listrik on lagi, tapi moodnya sempat off sebentar.

Piknik di Bioskop
Nonton bareng-bareng teman kampus, filmnya THE BEACH. Semua ceweknya bawa makanan bejibun dalam tas masing-masing. Di dalam bioskop sibuk ngunyah dan rame dengan suara bungkus snack yang ga berhenti dibuka. Ketawa ketiwi dengan makanan penuh dimulut. Ga terlalu focus dengan cerita filmnya. Bener-bener seperti piknik di pinggir pantai. Orang-orang di depan kami pasti keganggu. MAAF YA! Hehehe…

Sebenarnya masih banyak cerita lain, tapi segitu aja dulu ceritanya.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s