Dunia Kerja Sesungguhnya

Hampir semua orang bercita-cita bisa kerja. Banyak orang berangan-angan dapat pekerjaan yang menyenangkan dan tentunya dengan gaji yang besar. Dan tidak jarang orang terlalu berkespektasi tinggi terhadap dunia kerja. Berpikir yang indah-indah saja. Yah, mereka tidak pernah tau isi dunia kerja sesungguhnya.
 
Gw juga dulu berpikir lempeng seperti itu. Sekolah tinggi-tinggi agar bisa mudah mendapatkan perkerjaan yang diinginkan kemudian dapat gaji sehingga bisa terus bertahan hidup. Kalian sama kan? Nah, tulisan kali ini gw coba menceritakan pengalaman kerja yang pernah gw alami. Meski pernah kerja juga di Makassar, tapi di sini, Gw lebih focus pada pengalaman bekerja di Jakarta, kota jahat katanya.
 
Berpetualang
Gw terdampar di Jakarta karena diterima di salah satu perusahaan nasional yang kemudian menempatkan gw di Jakarta. Ga ada pilihan lain kecuali menerimanya. Ini pengalaman baru buat gw, karena untuk pertama kalinya gw akan berada ribuan kilometer dari keluarga. Tentu tantangan akan jauh lebih besar. Dimulai dari mencari tempat tinggal yang layak dan dekat kantor. Untungnya berkat bantuan teman, gw akhirnya nemu juga kost yang representative dengan harga terjangkau dan dekat dari kantor. Poin gw di sini adalah, bersiaplah untuk berpetualang, karena lo mungkin akan ditempatkan di daerah yang ga pernah lo bayangkan sebelumnya. Ga ada tawar menawar, karena biasanya perusahaan masang tagline, take it or leave it! Jadi dari sekarang cobalah hidup mandiri tidak bergantung dengan orangtua apalagi PRT. Bertanggungjawablah atas dirimu sendiri, karena itu modal utama ketika kita berada di tanah orang!
 
Adaptable

Masuk dalam dunia baru tentunya dibutuhkan kemampuan beradaptasi yang cukup tinggi. Ini bukan kampus atau dunia sekolah lainnya di mana lo bisa saja cuek dan hidup serba individu. Dalam dunia kerja, kita mengenal struktur organisasi. Keterlibatan dengan pihak lain, sangatlah tinggi. Oleh karena itu lo harus bisa respek dengan mereka semua. Apalagi sebagai newbiew, sebaiknya lo yang harus inisiatif untuk bisa terlibat dengan mereka. Jangan tunggu mereka nyamperin. Be friendly dan menyenangkan, tapi ga menjilat apalagi hypocrite! Kan ga lucu aja kalo di awal perkenalan lo langsung ngomong, 
“Eh, Mbak kok cantik banget sih pagi ini! Kenalkan nama gw Anu!” 
Krik krik… 
orang bisa ilfil, tau!
 
Jaga Attitude
Dalam dunia kerja, kita harus bisa menjaga sikap, baik omongan maupun perbuatan. Karena dalam dunia kerja SOFT SKILL lebih berbicara banyak dibandingkan HARD SKILL. Jangan pernah berpikir dan merasa lo pintar dan bintang kampus, terus lo merasa paling jago apalagi paling hebat, bergaya senga dan sombong! Kalo sampe lo ngelakuin itu, kelaut aja deh. Siap-siap aja lo didepak dalam berbagai rutinitas kantor karena mereka membutuhkan orang-orang yang kooperatif dan bisa menjadi anggota tim yang solid satu sama lain. Pengalaman di kantor gw, ada teman yang puintar banget, tapi karena gayanya senga ga ketulungan dan cenderung meremehkan orang lain, dia ga pernah diajak ketika ada pembentukan tim kerja. Alasan para top level apa? “Ngerecokin tim aja. Kami butuh orang yang mau kerja, bukan orang yang taunya main telunjuk aja!” Jadi hati-hati ya!
 
Be Stronger

Dulu gw diingetin, bahwa Jakarta itu jahat banget orang-orangnya. Kompetitif yang ada cenderung ga fair. Gw dulu ga terlalu percaya, gw berusaha berpikir positive bahwa itu hanya rumor aja. Tapi asli gw pernah ngalamin itu semua. Bagaimana kita dijatuhkan di depan atasan untuk sesuatu yang ga kita lakuin sama sekali. Sekali-kalinya kita ngelakuin kerjaan yang hebat, tapi ternyata kerjaan itu diakui orang lain. Aargghhh… Gw pengen nangis karena emosi saat itu. Untuk pertama kalinya, gw shocked ketika dituduh menyusun data palsu untuk menjatuhkan orang lain. Gw juga pernah dikatain antek-antek seorang atasan yang katanya punya track record jelek. Itu yang ngomong langsung di depan gw, ga tau lagi deh di belakang gw rumor apalagi yang ada tentang gw. Yang paling jahat adalah ketika gw dituduh menjilat atasan untuk sebuah posisi yang gw juga ga pernah membayangkan sebelumnya. Bahkan ketika tawaran itu datang, gw menolak mentah-mentah. Tapi hikmahnya, gw jadi merasa lebih stronger dengan semua pengalaman itu. Gw cenderung jadi lebih cuek dengan apa kata orang tentang gw. Gw ga butuh penilaian mereka, gw tau banget apa yang gw kerjakan dan  yang jelas gw mampu menyelesaikan tanggung jawab itu dengan baik. That’s all!
 
Hati-hati dengan Rutinitas
Jangan pernah terjebak dengan rutinitas. Dunia kerja itu cenderung menjebak kita dengan sebuah rutinitas yang benar-benar membosankan. Buatlah sesuatu yang kreatif. Kalo bisa sih bermanfaat untuk orang lain. Percaya deh, hal ini justru membuatmu jadi berbeda dengan teman kerja yang lain di mata atasan. Kalo cara itu ga mempan, coba cari cara lain, misalnya daftar beasiswa baik dari luar maupun dalam kantor. (I did! Hehehe…)
 
Be Your Self
Klise ya?! Tapi memang itu yang harus kita lakukan. Terkadang dalam dunia kerja ada namanya blok kanan dan blok kiri. Dua orang yang bersiteru itu cenderung mencari teman. Gw sering banget berada dalam posisi di antara dua blok. Bersama blok A, tiba-tiba blok B itu paling jahat sedunia. Demikian sebaliknya, ketika ngumpul dengan blok B, maka blok A lah tokoh villain yang paling menakutkan. Gw berusaha tidak terpengaruh. Jangan membenci orang lain untuk sesuatu yang lo ga pernah liat buktinya.
 
Gw bisa tulis di atas bukan berarti otomatis gw pegawai teladan sejagat dunia loh. Hahaha… ya nggak lah! Gw juga masih berusaha berjalan pada rule di atas. Gw juga berharap bisa melakukan itu semua secara sempurna. Gw masih kadang terpengaruh dengan omongan-omongan orang. Gw kadang kebawa emosi. Gw bahkan kadang-kadang takut ketika harus dipindahkan ke tempat yang gw ga pernah kenal sebelumnya. 
 
Buat, adik-adik yang baru saja memasuki dunia kerja. Be careful ya! Sesungguhnya this is ur truly world. Welcome to the jungle, a place u never know what will happen till u try to dance in it! Break ur leg and keep on fighting!
 

10 thoughts on “Dunia Kerja Sesungguhnya

  1. ogieurvil December 7, 2012 / 6:25 pm

    Meski gw gak pernah berkarir jadi orang kantoran.. Tp kalo denger cerita dari temen2 gw yang ngantor emang kondisinya kurang lebih sama tuh kayak gitu.. Ya hadapi saja dengan gagah berani.. What doesn’t kill you only make you strong.. Hehe..

    • anchaanwar December 7, 2012 / 10:34 pm

      *nyanyi2 lagu stronger-nya kelly clarkson*
      Menurut gw apapun jenis kerjanya keknya hampir semuanya sama. Butuh adaptasi, hrs jaga sikap, soft skill dsb dsb😀

      Kalo di tempat kerja lo, lo ga merasa ada kompetisi ga gi?

      • ogieurvil December 9, 2012 / 3:38 am

        Kalo di kantor yang gw bikin sendiri sih lebh ke kekeluargaan… Masih tim kecil soalnya… Kompetisi tetep ada, tapi gak terlalu keliatan banget… Dan gak tau ya, mungkin gara2 isinya hampir semuanya dominan otak kanan… jadinya lebih ke seniman yang lebih perlu penyaluran hasrat berkarya dan apresiasi…

        Tapi kalo di tempat gw ngajar yang notabene ber “plat merah”, aroma kompetisi yang negatif santer banget baunya… hehe… Jurus gaya kodok keluar: ke atas menjilat, kesamping nyikut kiri-kanan, dan kebawah nginjek… huhu…

      • anchaanwar December 10, 2012 / 3:51 am

        Memang keknya tergantung personilnya juga kali ya. Dulu juga wkt kuliah kan w sempat ‘kerja’ di bimbel gitu. Semangat kekeluargaannya kental banget.

        Jadi skrg kerjaannya dua ya, Om? Wah makin hebat aja nih Om Ogie MEMANG (hehehe)

      • ogieurvil December 10, 2012 / 1:28 pm

        Gyyaargghh… tidak memaaaanngg… !!!

      • anchaanwar December 10, 2012 / 11:48 pm

        Hahaha… Hanya ikut2an dgn om roel gw mah. Memangggg :))

  2. ciyusan December 10, 2012 / 11:37 pm

    am planing to move to jakarta, hope everything will go smooth

    • anchaanwar December 10, 2012 / 11:50 pm

      Welkam tu jekardah brader!
      Gw malah berharap bisa mudik, kerja di kampung. Back for good🙂

      • ciyusan December 11, 2012 / 12:04 am

        ga tau knapa, gw berfikir gw harus kesana untuk bs berkembang dalam karir..

      • anchaanwar December 11, 2012 / 12:07 am

        Well gutlak! Gw sdh cukup (hampir) 9 thn. Yah semoga keinginan lo tercapai Sop. Kabar2in yak kalo sdh di Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s