FF – Kuatkanlah!

“Apa ini?”
“Bukan apa-apa, ucapan terima kasih saja” Bapak itu tersenyum sambil mendekatkan amplop putih ke hadapan saya.
“Maaf, Kami tidak menerima seperti ini di sini!”

***

“Apalagi ini?”
“Maaf Pak, ini titipan bos besar, untuk Bapak, katanya!”
Sambil melirik amplop yang terlihat tebal karena isinya, Saya menelan ludah kemudian berkata, “Maaf, Kami tidak menerima seperti ini di sini!” kalimat protokoler yang sangat sering saya ucapkan itu pun kembali terlontar.

***
Hari ini saya ke kantor dengan hati galau. Ibu saya sakit keras dan membutuhkan perawatan medis yang serius. Sementara isteri juga sudah menunggu hari untuk melahirkan anak pertama kami. Vonis harus caesar dari sang dokter makin membuat saya pusing. Keduanya jelas membutuhkan biaya yang tidak main-main jumlahnya. Belum cicilan rumah, mobil dan biaya hidup lainnya! Saya meremas kepala perlahan sambil melepaskan nafas panjang.

Tiba-tiba saya dikagetkan dengan kedatangan seorang bapak parlente, salah seorang vendor papan atas kantor.

“Harap diterima ya Pak, ga seberapa tapi di akhir proyek kami janji akan memberikan 2 kali lipat lagi!”

Amplop putih dengan tebal maksimal seperti menari-nari di depan mata saya, menggoda dan mengajak saya untuk menariknya dengan segera.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s