FF – Odong-odong

“Mama… mama… mau naik yang itu!”
“Ga boleh sayang, abangnya nanti marah loh! Kesana aja yuk!” Bu Ani berusaha membujuk anaknya

Huwaaaaaaaaaa…

Rengekan Budi berubah menjadi tangisan yang kencang dan kini disertai dengan guling-guling di tanah. Bu Ani makin panik dan malu meihat tingkah laku anaknya.

“Budi… ga boleh gitu sayang!”
“Kasihan abangnya” Bujuk Bu Ani tapi tangis Budi semakin kencang

Abang Odong-odong itu segera kabur setelah sadar bahwa Budi ingin naik odong-odongnya.
Satu kompleks tahu, kalo Budi itu ga akan berhenti nangis sampai keinginanya terkabul. Budi memang terkanal sebagai anak yang manjanya sangat berlebihan, meski umurnya sudah 25 tahun.

***

Di pojokan kompleks, abang odong-odong menarik nafas lega!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s