FF – Sahur

Rudi, seorang engineer muda dari perusahaan tambang besar yang ada di Indonesia, mendapat tugas kerja selama seminggu di wilayah Papua, bagian paling timur Indonesia. Sebenarnya ini bukanlah hal yang baru baginya, hanya saja ini kali pertama dia bertugas di sana sendirian, di bulan puasa.

Selama ini dia selalu mengandalkan orang rumah sebagai alarm hidup ketika sahur tiba, maklum, anak mami yang terbiasa dengan keramaian ibu kota ini, termasuk kebo kelas berat yang susah dibangunkan. Makanya dia cukup khawatir dia tidak sanggup bangun untuk melaksanakan ibadah sahur. Untuk mengantisipasinya, 3 buah hape yang dia punya diatur sedemikian rupa agar bisa bunyi bergantian dengan volume suara paling maksimal.

Sebelum tidur, dipastikannya lagi semua persiapan untuk sahurnya besok. Tidak hanya Ransum dalam rantang tapi juga termasuk ketiga alarm tadi. “Please berbunyilah yang kencang ya!” Desahnya ringan. Kemudian dia pun menarik selimut tidur dalam sebuah kamar kecil yang dibangun darurat dekat pintu proyek tambang milik kantornya.

Bip bip bip bip bip
Krang kring krang kring
Krrrrr… Krrrrrr… Krrrrrr

Ketiga alarm berbunyi kencang bergantian cukup lama, kemudian Rudi terbangun dengan sempoyongan. Rudi melirik jam tangannya, “Ya Allah… 5 menit lagi imsak!” Dengan kecepatan luar biasa dia menyambar rantang dan segara melahap semua makanan yang ada di dalamnya, seret tapi dia paksakan. Ketika dia serius mengunyah makanan, tiba-tiba pintu kamar terbuka, pimpinan proyek masuk dengan terheran-heran sambil bertanya :

“Pak Rudi tidak puasa?”
Pertanyaan yang terdengar naif tapi membuat Rudi bengong.

“Sekarang sudah setengah tujuh pagi lewat pak!” Katanya masih dengan nada heran.
“Loh, bukannya baru setengah 5 pagi?” Rudi makin bingung.

Tiba-tiba, Bapak itu tertawa terbahak-terbahak dan berkata :
“Pak waktu di sini 2 jam lebih cepat dari Jakarta, dan sepertin bapak lupa menyesuaikan jam bapak” Suara tawa masih terdengar di ujung kalimat.

Rudi diam, memasang wajah bengong dengan mulut penuh makanan. Sesekali dia masih mengunyah.

2 thoughts on “FF – Sahur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s