FF – Sop Daging Ibu

Narti menatap anak-anaknya dengan senyum yang dipaksakan. Bedug adzan maghrib terdengar sayup-sayup di telinga.

“Alhamdulillah… Hari ini kita bisa berbuka!” Ucapnya sambil mengusap dadanya
“Norman, hentikan tangisanmu! Tidak enak didengar tetangga, anakku! Mendekatlah dan segera batalkan puasamu, nanti makruh”

Norman berjalan tertatih-tatih mendekati meja makan, di mana ibu dan 3 orang adik-adiknya yang juga masih kecil berkumpul. Dengan tangan gemetar dia mengambil nasi dan sup daging yang ada di atas meja makan.

Dengan lelehan air mata dan isakan tertahan, Norman memasukkan nasi ke dalam mulutnya. Dengan susah payah dia menelan sup daging yang tercium wangi dan menggoda. Adik-adiknya makan dengan lahap tanpa menghiraukan bahwa ada satu kursi yang kosong, tak bertuan.

Wati, adik perempuannya yang idiot, sudah menjadi pahlawan bagi keluarga Norman. Wati menjadi penopang hidup untuk satu minggu ke depan. Tapi setelah itu? Siapa lagi yang akan menjadi pahlawan berikutnya? Dia menatap satu persatu adiknya.

Masih teringat jelas bagaimana ibunya mencekik Wati kemudian memotongnya menjadi beberapa bagian. Tiba-tiba dunia berputar, semua isi perutnya keluar, membayangkan makanan yang sedang dikunyahnya adalah daging paha adiknya, Wati.

2 thoughts on “FF – Sop Daging Ibu

  1. ayanapunya December 7, 2012 / 10:27 am

    ini FF yang dibikin pas puasa kemarin, kan?

    • anchaanwar December 7, 2012 / 10:37 am

      Iya pindahan dari MP semua kok FFnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s