Meme School #14 : Unromantic Things

Oke mari kita lanjutkan

Kalo berbicara soal hal-hal yang tidak romantis selama masa sekolah cukup banyak terjadi di kalangan teman-teman gw. Ya teman gw, bukan cerita gw. Gw ga punya cerita soal itu. Gw bisa tau cerita mereka, karena mereka sering curhat ke gw. Yah entah kenapa gw sering jadi ‘tong sampah’ buat mereka. Lucunya mereka cerita dengan nama disamarkan, tapi yang namanya satu sekolahan gw bisa nebak siapa yang mereka maksud. Ceritanya macam-macam. Mulai dari putus dengan pacar, dikhianati, niat selingkuh sampai MBA. Gosh!

Tapi di tulisan gw ga mau bahas cerita-cerita mereka. Gw mau bahas cerita ga romantis gw dengan guru. Jeng jeng jeng… iya dengan guru. Bukan hubungan romantis dua sejoli. Bukan! Maksud gw hubungan baik antara murid dan siswa. Hehehe…

Selama jadi siswa SMA, gw dikenal sebagai anak yang ga banyak tingkah. Karena itu pula gw dekat dengan banyak guru. Hampir semua guru di sekolahan baik sama gw. Kecuali guru yang satu ini. Sebut saja namanya SB. Beliau guru sejarah. Orangnya cantik dan berwibawa. Waktu itu belum menikah dan katanya sih usianya sudah ‘lampu kuning’ makanya beliau terkenal jutek dan galak. Gw sebenarnya ga pernah niat cari masalah dengan beliau. Hingga suatu hari, pas pelajarannya berlangsung, gw pun terpaksa keseret berurusan dengan kejutekannya.

Bayangin, pelajaran sejarah, jam terakhir plus gw memang ga suka pelajaran jenis seperti ini. Aaarrggghh… Gw harus berusaha keras melawan kantuk. Sebenarnya bukan gw sendiri sih. Beberapa teman sudah keliatan memaksa mata untuk melotot. Untungnya beliau galak, jadi suasana kelas masih terjaga tenang. Saking tenangnya ga ada suara sama sekali. Hingga kemudian, penjual jajanan putu khas bugis lewat di samping kelas gw (yang kebetulan lorong menuju pemukiman belakang sekolah) berteriak dengan sangat miris kek teriris segaris sembilu. “Iyeeeeeeeee…. Putu Cangkirrrrrrrr…..!!!! Putuuuuuuu…. Cangkirrrrrrrrrrnya kodongggg…..!!!!

Spontan gw ngakak dan diikuti beberapa teman yang lain. Dan ibu SB yang asik menulis di papan spontan balik dengan mata melotot. Tatapannya lebih sadis dari mata leili Sagita yang sedang di Zoom in 75x. Back sound yang mengiringi lebih horor dibanding back sound di film-film horor asia. Ibu SB mengehentikan pengajarannya dan kemudian menatap gw dan beberapa teman yang ketangkap ketawa oleh matanya. Gw langsung tercekat. Terbayang nilai sejarah gw bakal ancur.

Terbukti, beberapa hari kemudian dia selalu sinis ke orang-orang yang menurut gw sudah mentertawakannya. Dan gw termasuk orang itu. Tidakkkkkkkk…. Gw merasa tersiksa dengan kondisi seperti ini. Gw berinisiatif menghadap dan meminta maaf serta menjelaskan kalo kami tidak mentertawakan beliau. Akhirnya bertiga kami menghadap beliau ke ruang guru sehabis bubaran sekolah. Dan tau apa yang terjadi di dalam kelas itu? Kami berempat menangis bombai seperti anak dan ibu yang baru bertemu dan saling memaafkan dengan apa yang telah terjadi. Aisshhh… harusnya momen itu divideoin untuk kemudian dikenang setelahnya. Hahahaha… Sejak saat itu, masalah selesai dan kami justru jadi makin dekat dengan beliau dan sering buat acara makan-makan di rumahnya. Ternyata dia baaaaaaiiiiikkkkk banget! Kek gw! (Narcol = Narsis colongan)

Buat guru SB, kami sangat menghormati mu. Anda salah satu guru favorit kami, dan paling mengerti dengan apa yang kami hadapi. Insya Allah semua kebaikan beliau akan di balas Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s