[Traveling] Gw ga nyaman dengan…

ImageBanyak orang yang menceritakan sisi positifnya saja ketika pulang dari sebuah perjalanan di suatu tempat. Seolah-olah apa yang mereka peroleh dari perjalanan itu hanyalah sebuah keindahan saja. Banyak pembaca terbuai dengan cerita yang ada dan melupakan cerita-cerita yang mungkin saja tidak sanggup mereka lalui.

Dalam tulisan ini, gw mencoba berbagi hal-hal yang tidak nyaman yang gw temui selama perjalanan gw ke negara orang lain. Bukan bermaksud meruntuhkan semangat travelling anda. Bukan sama sekali. I just wanna tell you the truth, so you can prepare your self, as good as you can. Gw justru berharap lo tidak mengalami apa yang gw alami ini.

Oh iya, sebelum gw cerita pengalaman-pengalaman yang tidak mengenakan itu, gw terlebih dahulu memberitahukan kalian, bahwa perjalanan gw sebagai backpacker hanyalah ke Malaysia dan Singapura. Itu juga belum tentu bisa dikategorikan sebagai real backpacker karena menurut gw, ini masih jauh dari kata backpacker sebenarnya. Perjalanan selama 3 hari 4 malam itu memang penuh cerita. 3 hari dua negara 1 tujuan, tujuan mulia, Jalan-jalan! Yay \(^^)/

Oke, ada 4 garis besar apa yang membuat gw tidak nyaman dengan perjalanan gw itu. And here they are :

Makanan

Gw jujur termasuk orang yang rewel soal makanan. Ini pula yang menyebabkan gw masih tetap aja kurus kek jarang makan *curcol*. Di Jakarta aja gw masih pilh-pilih makanan. Gw pernah eneg dan muntah makan soto bogor di daerah Senen, yang kata teman gw enaknya bukan main. Dan inilah kendala utama yang gw hadapi.

Kami tiba di Kuala Lumpur, jumat malam. Begitu tiba di hotel yang sudah dipesan secara online, kami pun menyusuri area Bukit Bintang yang super duper ramai. Tujuan utama adalah mencari tempat makan yang halal, terjangkau dan cocok dengan lidah. Sejauh mata memandang kami tidak menemukan menu yang mengundang selera. Karena sudah sangat lapar, kami mencoba masuk ke fast food yang cukup ternama dan banyak ditemukan di Indonesia, A&W. Suprisingly, menu yang ditawarkan sedikit berbeda dengan yang sering gw temui di Jakarta. Selain aromanya aneh, ga ada menu NASI! Yak, perut katrok gw selalu protes kalo ga makan nasi. Akhirnya kami masuk ke resto Secret Recipee, yang menunya sedikit ‘meng-Indonesia’. Di sana gw milih menu yang ada nasi putihnya, dan sekali lagi gw terkejut karena nasinya beraroma aneh dan tentunya dengan rasa yang aneh juga buat lidah ndeso gw. Shame on me.

Pengalaman ini kembali berulang dan berulang. Tidak hanya di tempat itu, bahkan di McD pun nasinya juga terasa aneh. Teh tarik yang katanya enak juga ga terasa nikmat di tenggorokan gw. I miss Warteg kompleks rumah gw di Depok, soooo bad!!! Untungnya, makanan di Singapura masih agak mendingan. Dan gw nemu sambel teri dan ikan bumbu asam. Ya Allah… pengen rasanya memeluk pemilik warung makan itu. They saved me! Hahaha… Yang bikin juara adalah kami makan dengan diiringi lagu-lagu Wali dan ST12. Ahhh Surga. Hahahahaha…

Jadi buat kalian yang ingin ke negara orang lain, persiapkan diri kalian. Kalian bisa saja mengalami apa yang gw alami. Soal rasa dan bentuk makanannya bisa saja membuat selera makan kita pergi entah kemana. Belum lagi buat yan beragama muslim, mungkin harus lebih berhati-hati dalam pemilihan makanan, karena bisa saja makanan yang disajikan mengandung unsur yang tidak halal dan tidak bisa dikonsumsi oleh kita. Beberapa pengalaman teman yang gw tanyain soal makanan, mereka antisipasi dengan  membawa mie instan, sambel sachet bahkan abon dan tempe orek. Untuk jangka lama, ada teman gw yang bawa beras dan rice cooker. JUARA! Hahahaha…

Toilet

ImageKendala terbesar yang gw alami juga selain makanan adalah Toilet Thingy! Iya, gw selalu tersiksa kalo harus ke ‘toilet mereka’. Terutama ketika menemukan toilet yang ada adalah toilet kering. How come? Gw tuh orang Indonesia tulen, lahir dan besar dalam lingkungan yang ketergantungan akan air sangat besar. Bagaimana bisa gw (maaf) pup tanpa ada air disekeliling gw? Apa kata dunia ketika gw membasuh -tiiiiittttt- hanya dengan lembaran tisu yang ada di dalam closet?! Oh nooo… gw mending menahan niat itu sampai tiba di hotel, tempat gw nginap atau paling tidak sampai menemukan toilet yang seperti gw butuhkan.

Belum lagi urinoir yang semuanya serba otomatis. Hei, gw orang muslim yang setiap habis pipis harus dibasuh dengan air bersih! Biasanya untuk urusan ini, gw masih bisa mengakali dengan mengambil tisu sebanyak mungkin dan membasahinya dengan menggunakan air yang ada di wastafel. Atau bawa botol air mineral sebagai gayung sementara.

Gw punya teman yang punya cerita lucu tapi jorok. Waktu ke Eropa, kalo ga salah Prancis, teman gw kebelet pengen pup. Bersama teman gw yang lain yang juga pengen pipis mereka pun ke toilet. Sampe di sana, dia tidak menemukan sprayer atau gayung apalagi bak air untuk cebok dan bersih-bersih. Hanya ada wastafel di pojok kamar mandi itu. Tingggg… ide gila pun muncul. Teman yang satu disuruh jaga pintu, dan tau ga apa yang dia lakukan kemudian? Dia naik ke atas wastafel dan cebok di sana. HAHAHAHAHA… Gw guling-guling ketawa mendengar cerita mereka. Ga kebayang ada ‘sisa-sisa’ yang menempel di sana. *ngakak lagi*

Pernah juga gw kebelet pipis di salah satu mall di Kuala Lumpur. Waktu itu kami menunggu bus yang akan membawa kami ke Singapura. Karena sudah malam, mall itu sudah hampir kosong. Hanya ada beberapa orang yang sedang beberes di tokonya. Gw keliling ga nemu-nemu toilet yang gw cari. Akhirnya berkat petunjuk orang yang beberes tadi, gw menemukan toilet itu. Kalian pernah liat film horor jepang yang bersetting di toilet? Yak, kurang lebih seperti itulah modelnya. Ada 5 atau 6 bilik yang berjejer di dalam toilet laki-laki. Suara pintu biliknya berderik melengking setiap kali bergerak. Belum lagi cermin buram gede selebar dinding menambah creepy suasana yang mencekam. Oiya, lampunya juga temaram dan ada satu lampu yang tergantung di pojok toilet yang nyala-padam. Kalo saja gw ga dalam keadaan kebelet, dibayarpun gw ga mau pipis di sana. Tapi desakan kantung kemih gw juga ga mau berkompromi. Yang makin menjengkelkan, urine gw seperti ga ada habisnya, mengalir terus menerus, sementara kepala gw terus berputar melihat suasana sekitar, mencari tahu sekiranya ada hal-hal yang bisa membahayakan gw. Hahaha… Trust me, itu adalah salah satu toilet terseram yang pernah gw masuki.

Sebagai pelancong pemula, hal ini bisa saja kalian alami juga. Jadi siapkan aja trik yang paling mumpuni sebelum menjalani perjalanan kalian ke negeri orang. Ga mau kan melancong sambil pegang perut karena menahan keinginan yang melilit? *wink*

Mental dan Fisik

Iya, faktor fisik dan mental juga menjadi salah satu kendala terbesar gw dalam menikmati perjalanan gw saat itu. Bayangin, ada banyak tempat dan objek yang ingin gw kunjungi dan lihat langsung, tapi apa daya kemampuan fisik sudah tidak mampu berkompromi lagi. Waktu itu rombongan kami terdiri atas enam orang. Ketika ingin mencapai land mark Singapore yang terkenal, Patung Merlion, kami salah turun subway. Kami harus jalan cukup jauh. Saking jauhnya, beberapa dari kami sudah menyerah. Jujur gw juga sudah hampir menyerah. Yang membuat gw semangat adalah, gw belum pernah liat patung itu sebelumnya. Teman-teman gw yang menyerah itu rata-rata sudah pernah ke sana. Dengan tertatih-tatih gw akhirnya sampe juga ke sana. Hal ini terjadi lagi ketika kami terpecah di wilayah Little India. Gw akhirnya hanya bisa duduk selonjoran kecapekan setelah seharian jalan mengelilingi Singapura. Untungnya di daerah sana banyak kedai makan yang cukup menggugah selera. I dunno, apa karena lapar atau sudah mulai terbiasa, menu saat itu bisa gw nikmati!

Well, guys, persiapkan fisik juga ya. Kan ga mau begitu sampe di tempat tujuan, kalian hanya bisa gigit jari dan tidak bisa menikmati tempat tersebut hanya karena sakit, capek atau kendala fisik lainnya.

Mental juga harus dipersiapkan. Karena ada kalanya kita menemukan sesuatu di luar dugaan yang bisa membuat kita capek hati dan sampai emosi. Bahkan terparah adalah bersitegang dengan teman jalan sendiri karena adanya beda pendapat dalam hal menentukan destinasi. So, prepare your self!

Bahasa

Di perjalanan gw ini, gw belum mengalami kesulitan dalam hal berkomunikasi. Bukan karena bahasa Inggris gw bagus, tapi kebetulan negara yang gw tuju masih familiar dengan bahasa melayu. Pun kalo tetap harus berbahasa Inggris, aksen mereka masih bisa didengar dan ditangkap maksudnya. Mungkin yang menjadi kendala adalah bila tempat yang kita tuju adalah negara yang tidak mengenal bahasa melayu apalagi jika mereka punya bahasa native yang kental sehingga bahasa Inggris pun mereka kesusahan. Misalnya saja, Negara Thailand, Korea, China atau Jepang.

Beberapa teman gw yang pernah ke sana, mengalami kesulitan dalam hal berkomunikasi ketika mencoba bertanya atau sekedar ngobrol dengan para penduduk setempat. Susahnya mencari alamat atau informasi yang ingin diperoleh seputaran lokasi yang akan dituju.

Mungkin ini bisa menjadi catatan pribadi gw dan anda sekalian, bila someday akan ke sana juga, harus mempersiapkan diri, minimal membiasakan diri dengan casual conversation dalam bahasa mereka.

***

Kendala-kendala tersebut bukan berarti akan menghalangi kita semua untuk terus meneruskan tujuan mengelilingi tempat-tempat yang menarik bukan? Jangan sampai mundur hanya karena keterbatasan yang kita miliki. Mari kembangkan sayap untuk bisa mereguk nikmatnya keindahan tempat-tempat lain. Persiapkan diri sebaik mungkin. Selamat berlibur dan… jangan lupa ajak gw yak. Hehehe…

Ps : Picture courtesy of Google

16 thoughts on “[Traveling] Gw ga nyaman dengan…

  1. rayaadawiah January 8, 2014 / 2:46 am

    Hahahahaha,, tos duyu pale kita,kakah. Bermasalah dengan twilet klo kemana-mana..

    aiiiiii, nda cucokma ini kappang ke luar negri, dalam negri saja yg twiletnya canggih nda nyamanka. Contohnya twilet mol2 jakarta,wkwkwkwkwkwkwk..

    di Kendari, twiletnya molnya STD😀

    • anchaanwar January 8, 2014 / 2:52 am

      sebagai langkah antisipasi, bawa mako gayung kemana2 Raya😀

      • rayaadawiah January 8, 2014 / 3:47 am

        Wkwkwkwk.. nda bs pake tas furla klo begitu, nda muat timba,hahahha

      • anchaanwar January 8, 2014 / 3:49 am

        ada mi skrg dijual timba portable ces. Bisami dilipat-lipat😀

  2. omnduut January 8, 2014 / 7:31 am

    Pernah ngerasain toilet kering itu dan gak enak bangeeeeettt.
    Untuk makanan, alhamdulillah aku gak bermasalah. Makanya badan ini berisi aja gitu (baca : kegendutan) haha. Keren nih tulisannya🙂

    • anchaanwar January 8, 2014 / 7:43 am

      Ini salah satu tulisan yg gw kirim ke audisi #BackpackerWannabe. Karena tulisan ini ga lolos, makanya gw minta ijin aplot di blog pribadi gw. Untungnya tulisan yang satunya lolos dan menang. Hahaha…
      Kita ada di buku yang sama Yayan… yayyyyyy!!!

    • anchaanwar January 8, 2014 / 7:45 am

      Di Jakarta aja, gw rela berputar atau pindah lantai demi mencari toilet yang bisa digunakan untuk membasuh atau cebok. Contohnya lagi kmrn waktu di Bali. Toilet utama untuk para tamu sangat sophisticated, ketika pengen buang air, gw numpang ke toilet untuk para karyawannya yang toiletnya masih ada air dan sprayernya. Hahaha
      Katrok tudemaks banget yak gw

  3. BuPeb January 9, 2014 / 2:15 am

    jujur gw masih santai kl soal kendala2 yg loe sebutin sih ncha.. krn toilet ga masalah, pernah pulak di rumput krn kepepet *ini pas di pedalaman*
    soal makanan, gw pemakan segala *diluar haram or not*
    paling bahasa, tp kan gw cuek bebek, pake tarzan aja dah.

    • anchaanwar January 9, 2014 / 2:35 am

      Kalo pake kresek pernah ga, Bupeb?
      Gw sebenarnya bukan soal lokasi. Yang susah itu kalo ga ada air utk basuh :))

      • BuPeb January 9, 2014 / 2:43 am

        masa gw kudu buka aib disini? hahahaha… pernah TT_TT hiksss….
        *tisyue basah salah satu penolong gw kalau ga ada aer

      • anchaanwar January 9, 2014 / 6:55 am

        HAHAHAHAHA…
        *vomit*

  4. close2mrtj April 28, 2014 / 2:24 am

    baru bacaaaa… hehehehe…
    seru yaaa…
    kalo gw sih soal makanan, Alhamdulillah, ga ribet. gw termasuk pemakan segalanya. hahaha… eh, maksudnya segalanya juga dipiilih2 juga sih. tapi umumnya ya, masuk2 aja gitu

    terus kalo soal toilet ya itu juga ribet sih gw. kalo buang air kecil, dan ga dibasuh dengan air itu rasanya emang gaaaa enak banget. seperti merasa ada sisa gitu deh. lha kebayang kan kalo buang air besar? hahahaha… gw bakalan rempong-ribet-abis!
    tapi kalo emang ga ada pilihan dan itu satu2nya pilihan, ya pake tisu pake tisu deh! huhuhu…

    • anchaanwar April 29, 2014 / 9:54 am

      Yaiks… Gw belum pernah make tisu, jeh semoga ga. Pasti ‘seret’ ya rasanya. Hadehhh –“

      • close2mrtj April 30, 2014 / 2:45 am

        hahahaha… ga juga sih

  5. RainAme April 29, 2014 / 3:58 pm

    Ive been to SG-Penang-KL trip and at first i’ve prepared myself for the differences of food and toilet so i wasn’t really surprised or fussy about it. In fact i enjoyed not only local dish i even tried Korean food in SG ( Halal of course, no pork, no lard, vegetables only). So far i think Adaption is a must and that’s how human survived from ice aged to modern era, right? So i think if you willing to travel you have to be ready to face anything that probably you’re not familiar with. But I think that’s the ‘beauty of traveling’. By traveling you will know yourself better ( Oh i can’t torelate this or i can deal with that), something that probably you wouldn’t realized if you’re not going anywhere.

    • anchaanwar July 1, 2014 / 4:11 am

      Super sekali mbak RainAme ini. Jawabannya membuat saya pengen travel lagi…. ke… Makassar. Yah we call it MUDIK😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s