Setahun yang lalu…

Tepat setahun yang lalu saya menginjakkan kaki di kota Palu. Minggu, 10 Maret 2013, untuk pertama kalinya saya berada di ibukota provinsi Sulawesi Tengah. Entah apa yang telah merasuki pikiran saya saat itu, sehingga keberanian untuk terbang dan datang ke sana, jauh-jauh dari Jakarta, langsung mencuat dan tak bisa dibendung. Apapun itu, saya yakin Allah lah yang menggerakkan saya.

Diawali dengan perkenalan seorang wanita lewat perantara teman. Kami kemudian berkomunikasi cukup intens lewat social media berbasis messenger. Lewat percakapan kami di sana, saya merasa dialah selama ini yang saya cari. Tak henti-hentinya saya meminta kemantapan hati dan memohon kepada Allah agar senantiasa diberikan kekuatan menjalani semua ini.

Akhirnya saya memberanikan diri meminta ijin untuk datang menemui orang tua wanita tersebut. Sempat tarik ulur dengan pihak keluarga mereka. Mungkin karena keinginan saya ini sungguh sangat mendadak. Kurang dari 3 bulan, hanya ngobrol lewat social media, texting only, no talking at all. Bertemu pun cuma sekali dan tidak lebih dari 5 menit, tapi sudah ingin menemui dan melamar anak gadis orang.

Bukan hanya pihak mereka yang kaget, pihak keluarga saya sendiripun cukup terkejut. Saya selama ini tidak pernah membicarakan hal personal bahkan ke keluarga sendiri, tiba-tiba langsung ingin datang melamar. Dengan keluarga yang benar-benar asing pula. Saya yakinkan mereka bahwa niat ini tidak main-main. Alhamdulillah keluarga saya merestui dan membantu doa, pun dengan keluarga di Palu mau menerima kedatangan saya.

Minggu sore waktu indonesia tengah, saya pun mendarat dengan selamat. Ada saudara laki-lakinya yang datang menjemput. Sebelum diantar ke tempat saya menginap, saya diajak makan dan ngobrol oleh kakaknya itu. Mungkin bagian dari screening mereka, pikir saya waktu itu. Saya menginap di sebuah penginapan tak jauh dari rumahnya.

Keesokan harinya, jam 10 pagi, saya berangkat menemui orangtuanya. Dengan mengenakan kemeja putih berbalut sweater abu-abu, saya siap menghadapi mereka. Berbekal niat Lillahi ta’ala, saya pun siap menghadapi apapun hasilnya. Awal mula percakapan, ada kegugupan yang saya rasakan. Tapi melihat keramahan dan keterbukaan mereka, akhirnya saya pun lepas menyampaikan semua apa yang ingin saya utarakan. Selama kurang lebih 2 jam saya berdialog dengan orangtuanya. Dan semua pertanyaan-pertanyaan mereka, bisa saya jawab dengan baik. Alhamdulillah…

Percakapan kamipun ditutup dengan jawaban “Iya” dari bapaknya. Ingin rasanya sujud syukur saat itu juga. Setelah sholat dhuhur, saya pun diajak makan siang, bersama keluarga inti mereka. Ah, saya seperti sudah bagian dari keluarga mereka. Setelah makan siang, saya pun pamit menuju Bandara Mutiara, Palu, pulang kembali ke Jakarta. Tak lupa saya memberitahukan kabar gembira ini ke orang tua dan saudara-saudara saya.
Satu babak telah saya lewati dan siap memasuki babak selanjutnya!

4 thoughts on “Setahun yang lalu…

  1. ayanapunya March 11, 2014 / 10:37 am

    Waaa benar-benar ketemu jodoh dalam 5 menit. Hihi

    • anchaanwar March 11, 2014 / 11:12 am

      Alhamdulillah, saya sendiri pun tak pernah menyangka. Ini bukti kekuasaan Allah. Kun Fayakun!

  2. imeel March 19, 2014 / 8:08 am

    wahh,congrats yah..pastinya lega bgt deh,udah mengantongi lampu ijo dari camer🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s