Being a Father

Bismillahir Rahmaanir Rahiim…

Menikah adalah salah satu pencapaian terbesar saya dalam hidup ini. Dan salah satu tujuan menikah adalah memiliki keturunan, generasi penerus yang tentunya diharapkan kelak mampu menjadi kebanggan dan peyelemat kami, orangtuanya, dunia akhirat terutama di hadapan Allah.

3 minggu setelah pernikahan kami, berita gembira itu datang. Isteri saya mengabarkan bahwa testpack yang digunakan memberikan tanda dua garis. Positive! Sesaat terasa sempat berhenti aliran darah dalam tubuh saya. Kemudian dengan suara bergetar bercampur serak menahan tangis, saya pun mengucapkan Alhamdulillah, bersyukur kepada Sang Pemberi nikmat. Masya Allah, belum habis madu yang Engkau berikan untuk kami teguk pasca pernikahan, kini kebahagiaan lain datang menyusul. Subhanallah, Walhamdulillah…

Kehidupan kami pun terus berjalan. Tentunya dengan lebih hati-hati, karena kini, kami tidak hanya berdua, tapi ada ruh ketiga yang bersemayam dalam rahim isteri saya. Hari berganti minggu, dan minggu pun berganti bulan, kini Ruh itu hadir dalam wujud malaikat kecil. 10 Maret 2014, pukul 08.30 WITA, suara teriakannya memecah haru mengundang kebahagiaan. Tak tertahankan lagi air mata deras mengucur dari mata saya. Otomatis tanpa aba-aba. Dengan sesunggukan, saya panjatkan syukur tiada henti dalam sujud yang dalam dan panjang, kepada Allah yang tiada henti terus melimpahkan Nikmat dan KaruniaNya kepada saya dan keluarga.

Bahkan tangis itu semakin pecah ketika untuk pertama kalinya saya memeluknya dan mengumandangkan adzan di telinga kanan serta iqamat di telinga kiri. Menyebutkan namanya dan memanjatkan doa untuknya.

Al Fatih Iman Alamsyah, namanya.

ImageNama yang sudah kami rancang sebelum kelahirannya di bumi ini. Terinspirasi dengan Surat Al Fatihah yang menjadi surat pembuka dalam Al Quran dan sebuah nama besar dalam sejarah Islam, Sultan Muhammad Al Fatih. Harapan kami, dia mampu menjadi lembaran pembuka dalam kehidupan kami sekeluarga ke depan, tentunya dalam keyakinan Islam secara menyeluruh. Mampu tumbuh menjadi manusia yang kuat dan bisa menaklukan kedzaliman yang mungkin akan semakin besar di jamannya. Aamiin!

Image

10 thoughts on “Being a Father

  1. imeel March 20, 2014 / 4:36 am

    congratts lagiii,cha…anaknya ganteng banget *towel pipinya*

  2. ayanapunya March 20, 2014 / 6:10 am

    barakallah, chaaa. semoga fatih menjadi anak yang saleh yaaa

  3. omnduut March 24, 2014 / 9:53 am

    Adek Fatih, sini omnduut bisikin. “Kalo udah gede ajak ayah-ibu liburan ke Palembang ya”😀

    Sekali lagi selamat yaaa Ancha ^^

  4. fitriirma March 28, 2014 / 4:26 am

    Adiknya lucu sekali ^^ Semoga menjadi anak yang solehah !!

    • anchaanwar March 28, 2014 / 4:29 am

      Alhamdulillah…
      Btw, bayinya cowo jadi soleh aja ya hehehe…
      Aamiin

      • fitriirma March 28, 2014 / 4:32 am

        Wahaha,,, ehh keliru rupanya, dimaafkan y mas :p

      • anchaanwar March 28, 2014 / 4:33 am

        Hehehe.. Gpp. Makasih ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s