30 Paspor di Kelas Profesor – Buku 2

Genre : Travel + Motivasi
Score : 4/5

Informasi tentang buku ini pada awalnya saya dapat dari teman yang memasang gambarnya di salah satu akun media sosial medianya. Saya langsung tertarik membaca sinopsisnya dan beberapa testimoni yang sudah membaca buku ini. Sayangnya pas ke toko buku, saya hanya bisa mendapatkan buku 2 saja, karena buku 1-nya kosong. Tapi tak apalah, saya memulai membacanya dari buku 2 saja, karena secara substansi ga ada yang hilang meski saya membacanya dari buku 2.

Buku ini diawali dengan kata pengantar dari sang profesor, Rhenald Kasali. Dia menceritakan program ‘unik’ yang dia jalankan di kelas Pemasaran International, program yang awalnya banyak ditentang oleh pihak-pihak di lingkungan terdekat seperti rekan dosen dan orangtua mahasiswa, tapi lucunya dari pihak luar memberikan pujian dan penghargaan atas programnya yang dianggap breakthrough dan kreatif. Apa programnya?

Sang profesor menugaskan mahasiswa yang mengambil mata kuliah tersebut untuk pergi keluar negeri sendiri, observasi tentang negara tersebut, berusaha sendiri termasuk ngurus paspor, visa dan segala macamnya, serta kalau perlu dengan biaya hasil usaha sendiri. Terakhir, destnasi negara ga boleh sama. Kalaupun sama, ga boleh satu kota. Makanya mahasiswa sudah harus cepet-cepetan daftar ke negara mana mereka akan berangkat. Dari tugas itulah berkembang 30 cerita, yang di buku 2 ini ada 16 cerita di dalamnya.

Jadi bisa dibilang, buku ini seperti buku antologi yang mana isinya adalah cerita dan pengalaman seru dari setiap mahasiswa di negara tujuan mereka. Cerita tentang mereka nyasar, kekurangan duit, sampai harus bisa merencanakan apa saja yang mereka lakukan selama perjalanan. Semua ditentukan sendiri termasuk mencari solusi ketika mereka menghadapi masalah di sana. Setiap cerita seru dan punya poin menarik serta pesan moral yang bagus dan asiknya poin itu ditampilkan dengan size huruf yang lebih besar dan warna orange seperti warna sampul bukunya. Jadi kita bisa dengan cepat kembali menemukan poin penting itu di setiap cerita.

Kata profesor, “Kalian harus nyasar, biar belajar!” Dan sebagian besar mahasiswa itu menceritakan bagaimana serunya mereka harus menemukan jalan sendiri dan menentukan kemana dan apa yang akan mereka lakukan, dan kemudian dengan bangganya membagi pesan moral apa yang bisa diperoleh selama perjalanan itu. Ada banyak kata-kata sakti di pengantar tersebut, kata-kata yang cukup sukses menampar-nampar kita. Ini contohnya (semoga terbaca) :

buku30pasporSemangat dalam buku ini benar-benar berhasil menggugah gw. Malu dengan mahasiswa-mahasiswa itu yang sudah berani melanglang buana di usia belia. Hebatnya lagi mereka pergi sendiri. Solo traveler! Saya rekomendasikan buat kalian yang mungkin masih terjebak dalam tempurung atau kotak yang membuat kita tak bisa melebarkan sayap dan mengepakkannya, mungkin buku ini bisa meng-encourage atau menginspirasi kalian untuk keluar dari sarangnya. *termasuk saya pastinya*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s