Kantor Baru, Harapan Baru

Kurang dari setahun saya mengalami perpindahan kantor dua kali. Masih dalam perusahaan yang sama tapi divisi dan ruang lingkup yang berbeda. Awal Januari kemarin saya migrasi dari Unit Research Institute di daerah Duren Tiga, Jakarta Selatan, ke Unit Operasional di Gambir. Sebuah lingkup kerja yang sedikit berbeda. Tadinya saya menguji dan melakukan penelitian tentang sebuah peralatan yang ada hubungannya dengan perusahaan saya, kini saya harus menghitung, mengevaluasi dan menganalisa Kegiatan Operasional dan Losses Energy.

Di unit operasional ini, secara personal gw ga ada masalah. Karena saya mostly sudah kenal dengan pegawai-pegawai yang ada di sana. Jadi adaptasi sosialnya tidak terlalu berat. Tinggal harus belajar mengenai jobdes yang baru. Di unit operasional tersebut saya bahkan pindah divisi 2x juga. Tiga bulan di Perencanaan Pola Operasi (RPO), dan selebihnya di Efisiensi, Pengukuran dan Mutu (EPM). Terus terang di unit ini, saya sudah merasa enak. Nyaman dengan lingkungannya dan sudah klop dengan ritme kerjaan. Kalau pun ada ketemu dengan hal-hal annoying, bukan hal yang benar-benar mengganggu dan bikin stress. Biasa dunia kerja, nothing runs perfect as ur wish, rite? Bahkan ruangan saya bahkan ada PC yang punya koneksi cepat sampai bisa download film pake torrent. Kurang apa coba?!

Hingga di akhir Juli setelah Idul Fitri, saya mendapatkan tawaran pindah ke unit yang benar-benar baru buat saya. Unit yang tantangannya jauh lebih besar dan berat. Awalnya saya ga mau sama sekali pindah ke sana. Tapi kemudian ada beberapa alasan yang membuat saya berpikir dua kali untuk mau mecoba posisi itu. Fyi, ini bukan posisi struktural yang kental dengan istilah ‘atasan’. Bukan sama sekali, saya bahkan menghindari posisi seperti itu. Alasan-alasan itu yang membuat saya berani mengambil resiko untuk kembali pindah unit kerja. Singkat cerita, SK pemindahan saya ke unit baru ini keluar di awal Agustus. Sebuah proses mutasi yang super cepat. Mengingat proses pemindahan saya sebelumnya memakan waktu berbulan-bulan setelah persetujuan mutasi keluar.

Minggu kedua Agustus saya pun memasuki gerbang kantor baru saya. Sebuah kantor besar di kawasan Kuningan dekat dengan Mall Kota Kasablanka. Sebuah kantor yang sarat dengan orang-orang besar dan berpendidikan tinggi. Di sini saya bergabung dengan sebuah tim yang setiap anggotanya mewakili kantor mereka masing-masing. Iya, kami menjadi semacam line officer atau representative, menjadi jembatan antara dua unit yang bisa dibilang satu kubu tapi bisa berbeda aliran. Saya tak mengenal satupun dari mereka sebelumnya. Tak mengenal pola kerja dan karakter mereka semua. Tiba-tiba saya bisa melihat betapa saya akan harus melewati lagi fase adaptasi yang lebih keras bahkan lebih berat dari pertama kali saya kerja di perusahaan saya ini.

Memasuki minggu ke dua, hari ini, saya masih berada di pojok ruangan, masih dalam proses adaptasi, masih mencoba bisa mendekat dengan orang-orang hebat itu, bisa mencuri pola kerja mereka agar bisa beresonansi bersama. Jujur, ada perasaan kosong di sini. Sepi. Terbiasa kerja ramai dan penuh intense, kini, jangankan gelak tawa, sapaan saja masih bisa dihitung jari.

Last but not least, banyak orang yang bilang harusnya saya merasa bangga bisa berada di lingkungan orang-orang hebat dan penting itu. Katanya bisa tertular dan ikutan jadi orang penting. Saya sih nyengir aja dengarnya. Tapi kalau disuruh milih, saya lebih menjadi orang ga penting tapi bisa melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain dibandingkan duduk dalam lingkaran orang penting tapi menjadi bloody useless do nothing, makan gaji buta.

Saya berharap semoga fase awkward ini bisa segera saya lewati dengan baik. Segera menemukan ritme kerja yang sejalan dengan kemampuan saya. Harapan saya yang menjadi alasan saya pindah ke unit ini segera bisa terwujud. Aamiin…

Mohon doanya para WPers, ya. Thanks in advance, by the way.

7 thoughts on “Kantor Baru, Harapan Baru

  1. hensamfamily August 26, 2015 / 4:57 am

    makan gaji buta paling sebulan dua bulan. Congrat.!!! You will be busy and proud then.

    • anchaanwar August 26, 2015 / 5:23 am

      Aamiin…
      Sy benar-benar lost in the middle of somewhere. Merasa jauh dgn siapa2 bahkan dgn keluarga krn bakalan susah dapat ijin mudikšŸ˜¦

  2. itsmearni August 26, 2015 / 6:50 am

    Weits masa penyesuaian mah gpp deh makan gaji buta. Tapi jangan lama-lama ya. Cemunguuud

  3. New Rule August 26, 2015 / 12:54 pm

    semoga diberikan yang terbaik untuk dunia dan akhiratnya …

  4. omnduut August 27, 2015 / 3:49 am

    Tahu banget dah rasanya. Dulu ketika aku di mutasi ke kanwil, gaul sama para bos, aku juga ngerasa kosong, sepi dan rasanya bingung mau ngapain. Proses adaptasinya luar biasa berat. Dari yang bisa pulang jam 6 sore eh di kanwil bisa jam 1 malem. Temen seumuran hampir gak ada. Gaya becanda beda (lha jarang becanda juga), pokoknya gak enak banget.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s