Stop Bully Anak Sejak Dini

Bullying adalah sebuah tindakan yang bisa berakibat fatal. Efeknya pun bisa lama. Para korban bully bisa jadi trauma, penakut, pemalu dan tidak percaya diri. Sayangnya, sadar tidak sadar terkadang bully itu justru hadir di dalam keluarga, orang terdekat dengan korban sendiri. Dan lebih parahnya kita melakukan bully sejak dini. Sebut saja bully fisik. Mulai dari warna kulit sampai ‘cacat’ fisik lainnya, seperti hidung pesek, mata sipit,tinggi badan, cacingan bahkan yang lebih parah si jelek.

image

Kalimat2 bully itu terlontar setiap hari, dan dijejali ke kuping, otak dan hati anak, dan kemudian diartikan sesuatu yang negatif atau memalukan. Sialnya lingkungan terdekat tidak menyadari itu, bahkan kemudian sebutan itu melekat sebagai nama panggilan. Sungguh mengenaskan.

Jujur-jujuran, kita adalah produk seperti itu. Kita sering mendengar kalimat-kalimat bully sejak kecil. Sebagian orang menganggap itu sebagai guyonan, tapi nyatanya kita berintrepretasi lain. Berapa banyak di antara kita menganggap kulit hitam itu sebuah kekurangan. Hidung pesek adalah sebuah aib. Atau tinggi badan adalah hal yang memalukan. Dan banyak lagi hal-hal yang sebenarnya bukan masalah tapi kemudian menjadi masalah buat kita.

Ada apa dengan kulit hitam? Sepanjang kulitnya sehat, bersih, tidak banyak jamur, tidak bau, tidak masalah, kan? Ada banyak orang besar kaliber dunia yang berkulit hitam. Bahkan sahabat Rasulullah, Bilal, adalah sahabat yang berkulit hitam.

Hidung pesek, ada apa dengan hidung pesek. Sepanjang sehat dan bisa berfungsi dengan baik, why we should shy about this. Tapi seberapa sering gw mendengar kalimat “halo pesek?” dari orang tua ke anaknya, atau dari lingkungan keluarga ke korban bully.

Dan masih banyak pembully-an yang dilakukan oleh orangtua dan keluarga ke anak. Kita melakukannya tanpa sadar, terus berulang sampai sang anak menyadari dan memahami bahwa sebutan itu sebenarnya ejekan, bukan panggilan sayang. Jangan salahkan mereka ketika mereka menganggap itu semua adalah hal yang jelek, negatif dan merupakan sebuah kekurangan. Apa efeknya? Well, they will not be proud by having those. Mereka akan minder berhidung pesek. Mereka akan malu dgn kulit hitamnya. Dan begitu  seterusnya. Jangan salahkan lagi kalo kemudian berkembang pikiran besok-besok mereka akan berusaha memperbaiki itu semua dengan cara yang bodoh.

Ada berapa banyak produk pemutih yang beredar di masyarakat kita sekarang? Mereka semua mendiskreditkan kulit hitam. Dan orang berlomba-lomba melakukan segala cara agar bisa terlihat putih. Ada berapa banyak pelaku operasi hidung agar bisa terlihat lebih mancung? Mereka semua berani melakukan operasi bedah itu agar terlihat mancung dan jauh dari kata pesek!

Ayo, para orang tua… Kita mulai belajar mengajarkan anak kita lebih bersyukur dengan apa yang mereka miliki. Biarkan mereka memahami dan pandai bersyukur bahwa apa yang sudah diberikan Allah adalah hal yang sempurna.

(Gambar dari Google)

5 thoughts on “Stop Bully Anak Sejak Dini

    • anchaanwar March 8, 2016 / 11:14 pm

      Maaf, mbag. Kmrn kezambet. Zambet Pasion

  1. itsmearni March 10, 2016 / 1:46 pm

    setuju pake banget sama tulsan ini
    Masih harus belajar banyak euy menjadi orang tua, bagaiman menumbuhkan rasa percaya diri pada anak, bagiaman menjadikan dia bersemangat dan saling menghargai sesama teman, bagaiman membuat dia tak pilih-pilih dalam bergaul, termasuk urusan fisik
    ah beraaaaaaat

  2. museliem March 11, 2016 / 8:36 pm

    Tapi gimana yah? klo temen ga saling bully itu ibaratnya ada yang kurang, jadi cuma memuji aja… Just kinda weird….😛

    • anchaanwar March 11, 2016 / 10:48 pm

      Kalo bully antar teman, sensenya tuh beda Muse. Meski sebenarnya itu kategori bully yg entah kenapa saling memaklumi.

      Yah mungkin gaya pergaulan skrg mmg gitu kali ya gayanya, makin akrab makin ‘lancang’ bullynya.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s