Yang Tersisa dari AADC2

Gw terhitung telat nonton AADC2. Setelah resmi tayang tanggal 28 April 2016 kemarin, gw akhirnya baru nonton tanggal 07 Mei 2016. Pertama karena malas antri (tau sendiri dong gimana antrinya di hampir semua bioskop) dan yang kedua, gw memang berencana nonton bareng mamanya Fatih.

Well, sebenarnya gw ga fanatik amat dengan kisah percintaan antara Rangga dan Cinta. Gw ga sepenasaran teman-teman gw yang begitu antusias menunggu akhir cerita dari dua tokoh Legendaris saat ini. Gw cuma pengen nonton aja. Melihat bagaimana sebuah karya film anak bangsa begitu berhasil menghipnotis masyarakat Indonesia untuk mau antri di depan loket dan kemudian berhasil menciptakan rekor baru dalam sepanjang sejarah perfilman Indonesia. Bayangkan saja, berhasil tembus 2.5 Juta penonton kurang dari dua minggu! Angka yang sangat fantastis. Kalau grafiknya stabil, maka dalam waktu kurang sebulan, rekor jumlah penonton Laskar Pelangi (4.7 Juta) bakal terlampaui.

Pendapat gw tentang film AADC2 ini, gw suka. Meski sebenarnya ceritanya sungguhlah sangat cheesy. Dua manusia, sudah putus kemudian ternyata ga bisa move on, dan karena sebuah ‘kebetulan’ mereka akhirnya bertemu di Yogyakarta. Kalian bisa tebak endingnya? Yes, predictable!

 

AADC2

Tapi kenapa tetap suka? Pertama gw suka chemistry yang terbangun antar pemain dalam film ini. Mereka tetap bisa menampilkan apa yg sudah terjalin di 14 tahun yang lalu. Genk Cinta yang dulu centil dan ceria, masih tetap bisa tergambarkan dengan baik, tapi menariknya transformasi perubahan karena usia pun tetap ditampilkan dengan baik. Pun ikatan tarik ulur antara Rangga dan Cinta masih bisa terlihat jelas, sama persis dengan film sebelumnya. Ini juga kali yang membuat para penggemarnya masih merasa terikat kuat dengan film AADC2 ini.

Alasan kedua yang ingin gw bahas lebih lanjut adalah set dan ‘asesoris’ yang ada pada film ini. AADC2 seakan menjadi iklan gratis untuk kota Yogyakarta. Bayangkan ada beberapa spot asik yang ditampilkan begitu menarik dan menjadi pembicaraan para penonton. Kalo kalian aktif di socmed, mungkin kalian pernah melihat peta Yogyakarta dalam versi AADC2. Dan konon setelah film ini tayang, jumlah pengunjung Yogyakarta semakin melonjak. Sebuah efek yang positif! Dan yang paling menarik yang membuat gw sampai googling mencari informasi adalah pertunjukan Papermoon Puppet, sebuah pertunjukkan wayang orang yang secara singkat disisipkan dalam film ini, tapi asli sungguh terasa dalam. Boneka yang digunakan pun terlihat menyeramkan, tapi justru terlihat sangat ekspresif.

Papermoon Puppet

Judul pertunjukan yg ditampilkan itu adalah “Setjangkir Kopi dari Plaja”. Sebuah cerita yang kalau kalian telusuri lebih jauh proses pembuatannya dan siapa sosok asli tokoh utamanya, kalian pasti akan tersentuh. Kisahnya di thn 60-an tentang seorang pemuda yang mendapat beasiswa di Rusia. Sebelum berangkat, dia mengikat janji dengan seorang wanita akan menikahinya setelah kembali dari Rusia. Karena peristiwa 1965, Pemuda itu mengalami musibah. Kewarganegaraannya dicabut dan tidak boleh kembali ke Indonesia oleh pemerintahan Orba karena dianggap antek Soekarno dan menjadi kaki tangan Komunis. Akhirnya dia ga bisa memenuhi janji untuk pulang dan menikahi sang kekasih.
Tahun 2001, pemuda tetiba mendapat kemudahan Visa dari pemerintahan Gusdur selama 3 bulan untuk pulang mengunjungi keluarga. Selama rentang waktu di Indonesia, dia selalu naik bus jalur yang biasa mereka jalani bersama, berharapa dia bertemu dengan sang kekasih. Tapi ternyata harapan itu tak kunjung terjadi. Kisah nyata itulah yang ditangkap sang pemilik Papermoon Puppet dan dijadikan sebuah pertunjukkan yang menurut gw sungguh sangat menyentuh. Cerita dibalik pembuatan kisah dua manusia itu bisa di baca di sini.
Kisah ini mungkin sungguh related dengan kisah Rangga – Cinta, kisah percintaan yang terpisah jarak dan waktu. Makanya kenapa “Setjangkir Kopi dari Playa” disisipkan Miles di film ini.
Btw, overall gw ngasih film AADC2 ini rate 4/5 dengan segala ke-cheese-an cerita serta set dan asesoris yang outstanding menurut gw. Hehehe…

4 thoughts on “Yang Tersisa dari AADC2

  1. museliem May 9, 2016 / 8:21 am

    Gue sih kepo banget sih sama nih film…. Paling ntnnya pas udah di tv aja……

    • anchaanwar May 9, 2016 / 2:18 pm

      Sayang ga nonton langsung di bioskop, kaka. Ini kan film legendaris.

      • museliem May 9, 2016 / 7:38 pm

        Hahaha semoga awal Juni masih ada yah kak… Pengen banget ntn film ini…

      • anchaanwar May 19, 2016 / 1:07 am

        Loh, puasa dan lebaran di Indonesia yak? Asekkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s