LDR (Lelah Didera Rindu)

ldr1

LDR, Long Distance Relationship, sebuah istilah yang dilekatkan ketika membina hubungan dengan seseorang tapi terhalang jarak dan waktu. Banyak yang bilang sangatlah tidak gampang melewati itu semua. Butuh rasa kepercayaan yang tinggi satu sama lain.

Dulu, waktu ‘meminta’ istri ke bapaknya, bapaknya mengingatkan soal perbedaan lokasi tempat tinggal kami yang pastinya harus kami jalani nantinya, (harapannya untuk sementara saja, pastinya). Gw tinggal di Depok, karena kerja di Jakarta, Istri sementara akan tinggal di Surabaya karena melanjutkan pendidikannya. Waktu itu dengan mantap gw menjawab, “Jarak sekarang ini tidak menjadi masalah besar lagi. Ada banyak alternatif transportasi yang bisa ditempuh, dan perkembangan teknologi yang begitu pesat yang bisa kami pakai untuk tetap keep in touch”. Sebuah jawaban yang kemudian akhirnya harus gw telan kembali karena ternyata LDR itu tidaklah gampang. Saya ulangi, SANGAT TIDAK GAMPANG!

Ada banyak emosi dan rasa yang tidak bisa disalurkan hanya dengan video call dan chat saja. Ada banyak hal yang tidak bisa tersampaikan hanya melalui teks atau suara. Sentuhan maya tetaplah maya, dan sentuhan real tetap tak terkalahkan. Di kala kita lelah dan gundah karena urusan kantor, tidak ada istri dan anak yang menanti di pintu rumah ketika kita balik dari kantor. Mereka adalah obat dari semua rasa gundah gulana yang muncul di hati. They are truly mood booster.

Kami sekarang menjalani LDR. Sudah 3 tahun lebih. Dan harus diakui itu sangat berat. Ada banyak dinamika yang musti kami jalani. Berbagai strategi kami terapkan. Bagaimana saling menjaga diri masing-masing. Bagaimana mengatur ritme pertemuan kami, bagaimana menyiapkan waktu, fisik dan finansial. Ada kalanya kami terpaksa menunda pertemuan karena kebentur dengan salah satu variable yang saya sebutkan tadi.

Jadi para pasangan yang akan menjalani LDR, persiapkan diri dengan baik, tidak hanya mental dan fisik tapi juga materi. LDR tidak hanya cukup bermodal saling percaya, tapi kudu rajin saling ‘touch’. Makanya banyak orang yang menjalani LDR, bubar bukan karena tidak percaya satu sama lain. tapi karena terlalu lama tidak saling ‘bersentuhan’.

Satu lagi yang gw mau bilang, siap LDR artinya juga siap didera rindu yang akan sangat gampang datang menghampiri. NIKMATI DAN TETAP SEMANGAT! *teriak depan cermin*

ldr2

*) Picture Courtesy of Google

2 thoughts on “LDR (Lelah Didera Rindu)

  1. Arni October 21, 2016 / 9:04 am

    Udah lama juga ya LDR-an
    Semoga segera bisa ngumpul ya

  2. museliem October 23, 2016 / 12:49 pm

    Wah…. Yang tabah yah kak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s